[Resonansi] Thanks for The Lemonade
Pernahkah kamu merasa takut untuk berharap? Takut untuk jatuh cinta lagi, atau sekadar takut untuk percaya bahwa hal baik bisa terjadi padamu?
Kadang kita terlalu sibuk menebak-nebak apa yang akan terjadi di depan, sampai lupa bahwa hidup sebenarnya sedang menawarkan sesuatu yang manis. Bagiku, pengingat itu datang lewat lagu "Lemonade" dari Chris Rice.
Lagu ini bukan tentang perjuangan pahit yang dipaksakan jadi manis. Sebaliknya, ini adalah perayaan tentang rasa syukur yang meluap. Chris Rice bernyanyi tentang keberanian untuk mengambil kesempatan (take a chance on loving), tentang tangan yang gemetar saat menanti jawaban cinta, dan tentang dunia yang rasanya berpihak pada kita.
Ada satu baris lirik yang selalu membuatku tersenyum: “We’re gonna need another straw.” Kalimat sederhana itu punya makna yang dalam bagiku. Hidup mungkin memberikan kita "lemonade".. kejutan-kejutan manis yang tidak terduga.. tapi kebahagiaan itu akan berlipat ganda saat kita punya seseorang untuk berbagi sedotan yang sama. Seseorang yang mau duduk bersamamu di bawah langit jingga (tangerine sky), menikmati momen tanpa perlu berpura-pura.
Aku menulis ini karena aku tahu, di luar sana mungkin ada yang sedang merasa "gelasnya kosong". Ada yang merasa hidupnya terlalu sepi dan tidak ada hal manis yang bisa dirayakan.
Gelasmu mungkin terasa kosong hari ini, tapi jangan berhenti percaya pada "happy endings". Jangan takut untuk membuka hati, karena Tuhan seringkali sedang "mengaduk sendok-Nya" di atas sana, menyiapkan sesuatu yang manis untukmu.
Terima kasih, Chris Rice, karena sudah mengingatkanku bahwa hidup ini layak dinikmati, apalagi kalau kita berani berbagi. Dan untukmu yang sedang membaca, semoga hari ini kamu menemukan seseorang.. atau setidaknya sebuah alasan.. untuk berkata, "Thanks for the lemonade."
Karena pada akhirnya, hidup memang sebaik itu, dan kita hanya perlu satu sedotan lagi untuk menikmatinya bersama.

Comments
Post a Comment