Fairytales Do Exist?
Seiring waktu berjalan, kita semua perlahan belajar satu hal:
bahwa dongeng tidak selalu nyata, dan sering kali terdengar tidak realistis.
Ia hanya menjadi cerita pengantar tidur, jauh dari akal sehat, dan perlahan kita tinggalkan.
Namun ada satu hal yang tetap ingin kupercaya.
Bahwa dongeng bisa diciptakan.
Bukan oleh peri.
Bukan oleh labu yang berubah menjadi kereta.
Bukan pula oleh gaun biru atau sepatu kaca.
Dongeng diciptakan oleh manusia.
Aku, kamu, kita semua.
Kita adalah sutradara sekaligus pemeran dalam kehidupan kita sendiri.
Dongeng yang realistis tidak membutuhkan keajaiban besar.
Ia hanya butuh dua orang yang saling menghargai.
Yang memilih percaya.
Dan yang tidak berhenti berharap bahwa, pada akhirnya, segalanya akan baik-baik saja.
Mungkin itulah bentuk dongeng yang paling masuk akal.
Dan mungkin, justru karena itulah, ia bisa benar-benar terjadi.
karena cewe, pengen di istimewakan... istimewaaaa... :)
ReplyDelete