Posts

Showing posts from July, 2015

FUTURE HUSBAND : HOW TO KEEP HIM INTERESTED?

Image
Seorang teman pernah membagikan sebuah artikel kepadaku. Judulnya panjang, tentang seorang ayah yang menulis surat untuk putrinya, tentang calon suami sang putri kelak. Sebuah surat yang, entah mengapa, membuatku terdiam cukup lama setelah membacanya. Tulisan itu terasa begitu bermakna. Begitu jujur. Begitu penuh kasih. Aku membacanya perlahan, dan di beberapa bagian, aku merasa seperti sedang mendengar suara Ayah. Jika Ayahku masih hidup, mungkin inilah hal-hal yang ingin beliau sampaikan kepadaku. Dengan caranya yang tenang. Dengan kasih yang tidak berisik. Surat itu berbicara tentang satu hal penting: bahwa tidak pernah, dan tidak akan pernah, menjadi tugas seorang perempuan untuk “menjaga agar pasangannya tetap tertarik”. Seorang perempuan tidak diciptakan untuk menyesuaikan diri demi disukai. Tidak perlu menjadi versi lain dari dirinya. Tidak perlu belajar cara menjadi “cukup” menurut standar orang lain. Yang perlu diyakini hanyalah satu hal: bahwa dirinya layak untuk dicintai, ap...

Tentang Kebahagiaan

Image
Tahun 2008, tujuh tahun yang lalu, aku memulai perjalanan panjang bernama tugas akhir. Seperti kebanyakan mahasiswa pada umumnya, aku sempat kebingungan menentukan topik. Hingga akhirnya aku kembali pada satu pertanyaan yang sejak kecil terus menggelitik pikiranku, dan aku yakin juga menjadi pertanyaan banyak manusia di dunia ini: kebahagiaan . Apa itu bahagia. Bagaimana rasanya. Bagaimana caranya agar tetap bahagia. Dan, sebenarnya di mana kebahagiaan itu berada. Kebahagiaan adalah topik yang tidak pernah usang. Semua manusia, dalam satu atau lain bentuk, menjadikannya tujuan hidup. Kita mengejarnya, membayangkannya, bahkan sering kali terobsesi padanya. Ada istilah ultimate happiness , kebahagiaan puncak yang katanya abadi dan tak pernah habis. Pencarian ini membawaku pada sebuah diskusi ringan dengan seorang sahabat yang sangat kukagumi kecerdasannya, Dedi . Dari percakapan-percakapan sederhana itulah, topik besar tentang kebahagiaan mulai mengerucut, khususnya pada rela...

10 Rules for Happy Living!

Image
click here for picture's source link Catatan setelah waktu berjalan : Aku masih ingat, gambar itu selalu terselip di agendaku. Seolah bahagia adalah bentuk aturan. Seolah bahagia bisa dirapikan, diberi nomor, lalu dijalani dengan patuh. Tetapi bahagia tidak bekerja seperti itu. Ia datang pelan-pelan, sering kali setelah kita lelah, dan hampir selalu setelah kita berhenti memaksa. Ini bukan lagi tentang aturan. Ini tentang hal-hal yang kupelajari, sambil hidup berjalan. 1. Bahagia itu sering datang diam-diam. Dalam kopi yang masih hangat saat pagi terlalu cepat, atau pulang tanpa macet setelah hari yang panjang. 2. Tidak semua orang harus paham jalan hidup kita. Kadang cukup satu dua orang saja. Sisanya, ya sudah. 3. Sejak berhenti membandingkan hidup sendiri dengan hidup orang lain, aku sadar bahagia ternyata tidak pernah benar-benar pergi. Aku saja yang sibuk melihat ke samping. 4. Banyak rencana tidak jadi apa-apa. Dan anehnya, hidup tetap berjalan. Pelan-pelan, tapi tetap...