Tentang Payung, Hujan dan Iman

 

​Kita seringkali salah sangka. Kita kira memiliki iman itu seperti punya mantra atau kekuatan ajaib yang akan membuat hidup berjalan lebih mudah dari orang lain, atau semacam tombol darurat untuk menghentikan mendung. Kita berdoa, lalu diam-diam berharap semuanya cepat selesai, masalah hilang, hujan berhenti, dan pelangi muncul tanpa jeda agar hidup kembali nyaman.

​Tapi kenyataannya, hidup tidak bekerja seperti itu.

​Hujan tetap turun. Kadang justru lebih lama dan lebih deras dari yang sanggup kita bayangkan. Doa tidak selalu langsung dijawab dengan cara yang kita mau. Dan di titik itu, jujur saja, yang seringkali terasa bukanlah kedamaian, melainkan kelelahan yang amat sangat. Ujian itu tetap ada, nyata, dan kadang begitu dekat sampai membuat kita gemetar.

​Coba kita lihat payung yang kita pegang saat hujan deras itu. Sehebat apa pun payung itu, ia tidak pernah benar-benar melindungi kita sepenuhnya. Tetap ada cipratan air yang masuk, tetap ada dingin yang meresap, dan tetap ada bagian dari diri kita yang basah tanpa bisa dihindari. Payung itu tidak punya kuasa untuk memerintah awan supaya berhenti, tidak bisa membuat langit tiba-tiba cerah.

​Tugas payung itu sederhana.. ia tidak menyelamatkan kita dari hujan, ia hanya memastikan kita tidak runtuh di tengahnya. Ia menemani kita supaya tetap bisa berjalan, meskipun dunia di luar terasa basah dan dingin.

Mungkin, iman juga seperti itu. Begitulah cara Tuhan menjaga kita.

​Percaya kepada Tuhan bukan berarti semua masalah selesai dalam semalam. Iman tidak selalu membuat hidup jadi lebih ringan.. kadang justru membuat kita sadar betapa beratnya jalan yang sedang kita jalani. Tapi anehnya, kita tetap bertahan. Kita tetap melangkah, pelan-pelan, satu langkah, lalu satu langkah lagi.

​Kita bertahan bukan karena keadaan mendadak membaik, tapi karena ada sesuatu yang menahan kita untuk tidak benar-benar jatuh. Seringkali kita tidak merasa sedang dikuatkan.. kita hanya merasa dipaksa untuk terus berjalan meskipun tidak tahu sampai kapan. Dan mungkin, itulah bentuk pertolongan yang Tuhan berikan.. bukan menghilangkan luka, tapi memastikan kita tetap hidup dan terus berjalan.

​Iman menjadi pegangan yang tidak terlihat, yang menahan kita agar tidak terseret arus, yang menjaga kita tetap berdiri meski hampir kehilangan arah. Seringkali kita terlalu sibuk menatap langit, bertanya kapan hujan ini akan berhenti, sampai lupa melihat ke dalam diri sendiri. Kita lupa menyadari bahwa kita masih berdiri dan masih terus berjalan.

Mungkin itu memang bukan kebetulan. Mungkin itu cara Tuhan bekerja. Bukan dengan menghilangkan badai, tetapi dengan memastikan kita tidak hancur saat melewatinya. Tuhan tidak selalu datang sebagai jawaban yang instan, kadang Dia hadir sebagai alasan kenapa kita belum menyerah. Dia tidak pernah menjanjikan jalan yang selalu kering, tapi Dia selalu menjanjikan satu hal.. bahwa kita tidak akan pernah berjalan sendirian.

"Umbrella doesn’t stop the rain but helps you go through the rain. Faith in God doesn’t stop the trials but helps you to go through it."

Picture source : https://pin.it/3HZVewV68 

Comments