Day6, Jae & I
Malam ini, Instagramku mungkin akan terasa sedikit lebih riuh dari biasanya. Namun, ada dorongan kuat di hati untuk membicarakan sesuatu yang sudah terlalu lama bersemayam di sana: tentang Day6 dan Jae . Aku memutuskan untuk memindahkan narasi ini ke blog, sebuah ruang yang lebih tenang, alih-alih membiarkannya menguap begitu saja di Instagram Story . Akun Instagram yang kugunakan saat ini sebenarnya adalah akun kedua. Dulu, aku punya akun utama yang akhirnya kuputuskan untuk dihapus permanen. Di akun yang sekarang, aku baru menyadari ada satu kepingan yang kurang: sejarah panjangku bersama Day6 dan Jae. Sebagian besar jejak digital tentang mereka terkunci di akun lama yang sudah tiada. Seiring bergantinya ponsel berkali-kali, banyak video dan kenangan itu hilang begitu saja. Yang tersisa hanyalah beberapa klip singkat yang sempat terselamatkan di Cloud . Tadi, saat aku kembali memutar beberapa video Jae yang tersisa, rasanya seperti ditarik kembali ke sebuah masa yang penuh keh...