Selamat Hari Ayah, Pa
Seorang teman pernah bertanya, mengapa aku bisa menonton film romantis dengan wajah datar, tapi menangis tersedu-sedu saat menonton Guardians of the Galaxy Vol. 2 . Ia juga heran melihatku buru-buru menekan tombol next setiap kali Spotify memutar Dance With My Father . “Apa sih yang bikin kamu sesensitif itu kalau urusannya soal Ayah?” tanyanya, dengan kerutan kecil di antara alisnya. “Karena semua itu bikin aku ingat sama penyesalanku ke Papa,” jawabku sambil tersenyum. Setelah itu, pikiranku sibuk berselancar. Pulang ke kenangan-kenangan lama tentang Papa. Sejak kecil, aku terbiasa melihat Papa berangkat kerja saat pagi masih gelap dan pulang ketika malam sudah terlalu larut. Saat musim hujan, aku terbiasa melihatnya pulang dengan tubuh basah kuyup, telapak tangan dan kakinya memutih dan berkerut. Namun Papa tidak pernah lupa tersenyum. Setelah berganti pakaian, ia akan menggendongku, memelukku erat, dan membiarkanku tertidur di pangkuannya. Setiap hari, ia membisikkan kalimat...